Sunday, February 8, 2009

Jilbab dan kanker kulit


Jilbab dan Kanker Kulit

Akibat sengatan ultra violet dari pancaran matahari dapat menyebabkan kanker kulit. Ada 3 jenis kanker kulit yang banyak ditemukan di seluruh dunia, yaitu Melanoma maligna, basal cell carcinoma dan squamoar cell carcinoma.
Sulit membedakan ke-3 kanker tersebut di usia dini. Perbedaan kanker tersebut hanya bias dilakuakan dengan pemeriksaan mikroskopis. Adapun cirri-ciri kanker kulit tersebut terdapat benjolan/ radang pada tubuh, luka yang tidak pernah sembuh, tahi lalat yang bersifat gatal/nyeri perubahan warna kulit (lebih gelap, pucat/ terang), ukurannya membesar, permukaan tidak rata, mudah berdarah walau hanya dengan sentuhan ringan.
Para ahli mengajukan 5 alasan tentang karsinogenitas (penyebab kanker) sinar matahari:
 Lebih dari 90 % kanker kulit dapat terjadi pada daerah kulit yang terpajan (terkena langsung) sinar matahari. Urbach (1971) menunjukkan bahwa daerah kepala dan leher merupakan lokasi sinar ultra violet yang terbanyak.
 Kanker kulit lebih sering didapatkan pada orang-orang yang menerima pancaran sinar matahari lebih banyak, baik karena pekerjaan (misalnya nelayan, petani), maupun karena rekreasi (sering mandi matahari di pantai).
 Jumlah pigmen, sebagai proteksi sinar, berbanding terbalik dengan kejadian kanker kulit. Oleh karena itulah kulit putih mempunyai resiko terbesar untuk mendapatkan kanker kulit.
 Garis lintang geografis dan tingkat penyinaran sinar ultraviolet berbanding lurus dengan kejadian kanker kulit.
 Sinar ultraviolet terbukti dapat menyebabkan kanker kulit pada binatang percobaan, dapat menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan penurunan hasil panen, dan mematikan biota laut seperti plankton di perairan Kutub Selatan.

Semakin meningkatnya kasus kanker kulit yang diakibatkan oleh sengatan sinar ultraviolet dari matahari memerlukan usaha pencegahan yang tidak saja dilakukan secara umum (melalui program kesehatan), tetapi juga secara khusus oleh masing-masing individu. Beberapa cara yang disarankan oleh para ahli untuk tujuan tersebut antara lain: tidak terlalu sering pergi keluar rumah pada saat-saat dimana pancaran sinar ultraviolet paling deras, yaitu antara pukul 11.00 sampai pukul 14.00. Dan jika kita hendak keluar rumah pada cuaca panas, pakailah sunscreen lotion. Upaya lain adalah dengan mengenakan pakaian yang betul-betul mempunyai daya protektif, seperti yang dianjurkan oleh Prof. Kustedjo dalam seminar sehari masalah lingkungan kota Bandung yang diselenggarakan oleh Pikiran Rakyat dan Herritage di Hotel Panghegar, yaitu, “…..adalah sangat bijaksana untuk melindungi tangan atau bagian badan lainnya dari sengatan sinar matahari dengan kemeja lengan panjang, dan sebagainya. Karena dengan adanya pelindung pakaian ini, langsung atau tidak langsung akan mengurangi bahkan mungkin tidak dapat dikenai oleh adanya sinar ultraviolet dari sinar matahari, penyebab kanker kulit”.
Nah, bagi kita para wanita muslimah, cara terbaik untuk menghindari diri dengan pengaruh buruk sinar ultraviolet tersebut tidak bisa lain kecuali dengan berpakaian yang cukup tertutup, yakni dengan cara mengenakan busana muslimah atau jilbab itu sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhannallahu Ta’ala. Karena itu tidaklah berlebihan kiranya kalau dikatakan bahwa busana muslimah merupakan “baju taqwa” yang dapat memproteksi kulit dari lingkungan buruk.
Subhanallah…jelas sekali keuntungan lain dari Allah yang memerintah kita untuk menutup aurat..
( Diambil dari buku “Anggun Berjilbab” karangan Nina Surtiretna, et al.)

No comments:

Post a Comment