Showing posts with label Penyakit Kulit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Kulit. Show all posts

Wednesday, February 18, 2009

Kuraaaap,,,Cape dehhh

Waduuuuww,,,, Jangan Sampai Deh.....masa udh gedek Kurapan...

Bagi orang yang tinggal di negara tropis dimana kondisi alamnya lembab, menjadikan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur menjadi penyakit yang cukup sering dialami. Jamur sendiri sebenarnya merupakan organisme yang tidak begitu berbahaya terhadap manusia, tetapi akan menimbulkan penyakit bila keadaan memungkinkan untuk menginfeksi manusia. Beberapa jenis jamur bahkan normal berada di dalam tubuh manusia. Penyakit jamur pada kulit yang disebut sebagai mikosis superfisialis (dermatomikosis) merupakan penyakit yang cukup sering dialami oleh manusia. Dari beberapa jenis dermatomikosis yang sering mengenai manusia adalah dermatofitosis atau yang lebih dikenal sebagai "kurap" dan pitiriasis vesikolor atau yang lebih
dikenal sebagai "panu" .

Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita yang dapat menyerang lapisan kulit yang mengandung zat antara lain pada lapisan epidermis terluar kulit, rambut dan kuku. Golongan jamur dermatofita merupakan kelompok jamur berfilamen, yang terbagi dalam 3 (tiga) genus yaitu Trychophyton, Mycrosporum, dan
Epidermophyton.

Penyakit ini juga sering disebut sebagai "kurap", tinea, ringworm, herpes sirsinata. Kelainan kulit ini dapat mengenai hampir seluruh permukaan kulit, dan berdasarkan daerah yang terkena tersebut maka dapat digolongkan menjadi tinea kapitis (kulit kepala, rambut, alis, bulu mata), tinea kruris (daerah lipat paha, daerah dibawah perut, dan sekitar anus), tinea korporis (badan dan anggota badan selain tangan, kaki, dan daerah tinea kruris), tinea barbe (daerah jenggot atau jambang), tinea manum (tangan dan telapak tangan), tinea pedis (sela-sela kaki dan telapak kaki) dan tinea unguinum (kuku).

Tanda dan gejala yang tampak tergantung pada lokasi kelainan, daya tahan selular tubuh, dan jenis jamur penyebab. Salah satu tanda khas dari penyakit ini adalah rasa gatal, adanya batas yang tegas antara kulit yang sehat dengan kulit yang mengalami kelainan jamur (daerah lesi) dan memberikan gambaran kelainan yang memiliki ukuran dan penampakan yang bermacam-macam (polimorfi).

Target pengobatannya tidak hanya sekedar menyembuhkan penyakit yang sedang diderita, tapi karena penyakit ini sangat mudah berulang maka tujuan lain yang hendak dicapai yaitu mencegah kekambuhan dan menetapnya penyakit ini hingga menjadi kronis (menahun). Pengobatan pada penyakit ini adalah dengan memberikan obat-obatan antijamur secara adekuat yang diberikan secara secara sistemik (seluruh tubuh) maupun obat antijamur yang diberikan langsung pada kulit yang mengalami kelainan (topikal). Selain itu perlu dilakukan tindakan- tindakan untuk menghilangkan dan mencegah faktor-faktor predisposisi yaitu faktor-faktor yang mempermudah timbulnya atau tumbuhnya jamur dengan baik.
Faktor-faktor tersebut antara lain adalah :
  • kelembaban karena keringan atau lingkungan yang panas
  • iritasi oleh baju
  • orang sakit yang berbaring lama; lipatan kulit pada orang gemuk
  • daya tahan tubuh yang rendah, baik yang disebabkan oleh karena penyakit(misalnya diabetes melitus); maupun akibat pengobatan.
Walaupun merupakan penyakit yang cenderung timbul berulang (residif) dan dapat menjadi penyakit menahun (kronik) namun dengan pengobatan benar, teratur dan adekuat, menghilangkan faktor predisposisi serta dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh secara optimal, maka penyakit yang untuk sebagian orang merupakan penyakit yang
menyebalkan dan memalukan ini dapat disembuhkan dengan baik.
Read More....

MENGATASI PANU , KUDIS , KADAS , KURAP


Panu yakni penyakit kulit yang berpusat dekat antara selangkangan dan dapat menjalar sampai ke seluruh kulit badan. Rasanya gatal bila kena keringat atau panas, warnanya putih bulat-bulat merata seperti jamur kayu. Sedangkan kudis adalah penyakit yang mengandung kuman, dapat menular, kudis berupa bisul-bisul kecil, mengandung nanah di dalamnya. Kalau kadas, adalah penyakit kulit semacam panu tetapi hanya setempat. Kebanyakan pada leher atau kepala. Merupakan penyakit kulit yanga berbentuk bulat berbintik-bintik kecil, kalau berkeringat rasanya gatal sekali. Semua penyakit ini dapat menular.Kurap adalah sebangsa penyakit kulit berbintik-bintik kering merata diatas kepala / bagian-bagian lain.
Resep untuk panu: jahe diparut lalu dicampurkan remasan semut hitam dan diberi minyak kayu putih, kemudian digosokkan pada pusat panu / pada kulit yang berpanu. Ada juga resep lain: daun ketepeng cina diremas dan bubuhi sedikit garam lalu gosokkan pada panu. Resep salep untuk kudis: buah pala dan belerang ditumbuk kemudian dicampur minyak kelapa, lalu dipanaskan. Resep lain: dau sambiroto 10 gram, daun delima 15 gram, belerang ditumbuk 10 gram. Semua bahan ditumbuk lantas dibubuhi minyak kelapa / VCO lantas dipanaskan.
Sedangkan obat yang untuk diminum: daun sambiroto, daun meniran, babakan pule, widoro putih. Rebus dan airnya untuk diminum.
Read More....

Sekilas Tentang Kurap Dan Kudis

Sesekali orang berkata,,,"semakin di garuk semakin asyiiikk" akan tetapi efek yang di timbulkannya dapat mengakibatkan infeksi kulit,,,

Banyak orang beranggapan bahwa penyakit panu atau kurap sekadar masalah kosmetik. Akibatnya penyakit ini sering disepelekan. Padahal penyakit ini bisa disembuhkan, jika diobati. Lalu apa sebenarnya penyakit jamur itu? Menurut dr Tudung Hidayat SpKK, spesialis kulit dan kelamin di RS Raden Mattaher, kurap (dermatofotosis)¸ adalah jamur yang menyerang manusia.

Akibat serangan ini, tubuh menjadi tak nyaman. “Biasa ditandai dengan gatal-gatal, lalu membentuk semacam pulau dengan batas yang jelas dan berwarna kemerahan,” jelasnya kepada Jambi Independent kemarin. Jamur ini sendiri termasuk dalam bagian dermatomikosis.

Dijelaskan jamur penyakit sendiri terbagi dalam tiga besar. Pertama, zoofilik, yaitu yang menyerang hewan. Kemudian antropafle pada manusia, dan gleoflel pada tanah. Jamur pada manusia (kurap) tidak mengenal kecil atau besar, atau muda semuanya bisa terserang. “Dari kepala sampai ke kaki, tidak terkecuali,” jelas spesialis jebolan UGM ini.

Jamur ini sendiri muncul karena dipicu beberapa faktor. Pertama, kurangnya menjaga kebersihan kulit, faktor gemuk, lalu udara panas akan menyebabkan orang berkeringat. Baju menjadi basah, jamur pun tumbuh dan menyerang kulit sehingga menimbulkan infeksi.

Selain itu gesekan kulit. Misalnya pada bagian lipatan paha. Tingkat kelembapan yang relatif tinggi di wilayah yang terkena gesekan itu menyebabkan jamur juga tumbuh. Makanya disarankan untuk tidak menggunakan pakaian yang cukup ketat dan padat. Kemudian pemakaian antibiotika dalam jangka panjang juga dapat mencetuskan munculnya jamur.

Faktor lain bisa karena penyakit tertentu, seperti diabetes dan penyakit lain. “Daya tahan tubuh juga menjadi pemicu munculnya jamur pada kulit,” bebernya. Kurap sendiri digolongkan berdasarkan lokasi yang diserang jamur penyebabnya. Masing-masing kurap yang menyerang kulit kepala atau di sekitar alis disebut (tinea kapitis). “Waspadai jika kulit kepala terasa gatal sehingga menimbulkan kerontokan pada rambut. Kemungkinan di situ ada penyakit yang disebabkan jamur. Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan,” jelas dokter yang juga berpraktik di Apotik Pembina ini.

Lalu kurap yang menyerang lipatan paha, daerah bawah perut, sekitar anus atau daerah kelamin luar (tinea kruris). Bercak yang timbul akan berbentuk seperti lingkaran yang pada tepi lingkarannya akan tampak garis merah dan bersisik. Timbul rasa gatal, terutama jika tubuh berkeringat. Untuk mengatasinya, sebaiknya konsultasikan pada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Lalu kurap yang menyerang sela-sela jari dan telapak kaki (tinea pedis). Dalam bahasa awam disebut kutu air. Seringkali kutu air ini meluas sampai ke bawah jari dan sela jari-jari lain. Karena lembab, kulit menjadi terlihat putih dan rapuh.

Awalnya tak ada gejala atau keluhan yang mengkhawatirkan. Namun begitu muncul bau tak sedap dari kulit kaki, maka berarti terjadi infeksi jamur. Kemungkinan juga muncul infeksi bakteri dengan gejala bintil merah yang perih, bahkan bisa menimbulkan demam.

Dan kurap yang menyerang kuku (tinea unguinum). Kurap yang satu ini jarang dikeluhkan karena tidak menimbulkan nyeri. Namun begitu, kurap pada kuku paling sukar dan lama disembuhkan. Kuku lantas jadi rusak dan rapuh, bentuknya tak lagi normal. Di bagian bawah kuku akan menumpuk sisa jaringan yang rapuh sehingga bisa menjadi sumber penularan ke kulit. (wir)
Read More....