Tuesday, March 3, 2009
Menguak Gejala Kanker Paru-Paru
ANDA sering batuk? Sering sekali sehingga tak kunjung henti, bahkan sampai mengeluarkan darah? Juga sesak napas, demam, dan kehilangan berat badan? Jika ya, jangan diam saja. Jangan anggap remeh hal-hal itu. Itu bisa menjadi gejala kanker paru-paru, silent killer yang sampai saat ini masih sulit disembuhkan.
Read More....
Sekilas Tentang Kanker
Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker. Tabel berikut memaparkan jumlah pengidap kanker di US tahun 1993.
| Jumlah Penderita | Jumlah Kematian | Persen Kematian dari Seluruh Kanker | |
| Paru-Paru | 170 000 | 149 000 | 28% |
| Usus Besar | 152 000 | 57 000 | 11% |
| Payudara | 183 000 | 46 300 | 9% |
| Leukemia | 93 000 | 50 000 | 9% |
| Prostat | 165 000 | 35 000 | 7% |
Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.
Karsinogen
Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:
- vinyl chloride
- benzo (a) pyrenes
- nitroso-nor-nicotine
Efek Kanker Paru-Paru
Gambar di bawah menunjukkan paru-paru yang dirusak oleh kanker. Gambar di kanan (diperbesar) menunjukkan alveoli yang terkena kanker.
Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.
Korelasi Dengan Rokok
Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanay merupakan kebetulan. Namun grafik-grafik di bawah, dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.
Kanker Paru-paru dan Pengobatannya
Dalam Ruangan Kesehatan edisi pekan ini kami bicarakan mengenai penyakit kanker paru-paru dan pengobatannya.
Pakar Rumah Sakit Tumor Beijing menjelaskan, jangan mengendurkan kewaspadaan terhadap gejala sistem pernafasan berkelanjutan yang tidak diketahui sebabnya, perlu segera pergi ke rumah sakit untuk mengesampingkan kemungkinan terserang penyakit kanker paru-paru, diagnosis dan pengobatan dini merupakan cara paling baik untuk meningkatkan hasil pengobatan penyakit kanker paru-paru dan kelangsungan hidup secara keseluruhan.
Survei terhadap 10 kota Tiongkok menunjukkan, umum kurang memperhatikan atas diagnosis dini kanker paru-paru. Walaupun terdapat 71 persen responden menyadari batuk berkepanjangan merupakan gejala umum mengidap kanker paru-paru, ketika terjadi batuk terus menerus yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, sekitar 35 persen responden menyatakan tidak memperhatikan sama sekali gejala tersebut.
Pakar memperingatkan, batuk, sesak napas, nyeri dada, nafsu makan berkurang dan batuk darah merupakan gejala kanker paru-paru. Gejala kanker paru-paru tidak berciri khusus, tapi baru akan menimbulkan kewaspadaan setelah gejala-gejala tersebut tadi berlarut-larut terus. Maka, gejala dini kanker paru-paru pada umumnya diabaikan oleh penderita, sehingga begitu terdiagnosis penyakit kanker paru-paru itu sudah berada pada stadium menengah dan akhir, ditambah sel kanker paru-paru mudah menyerang organ-organ lain dan kambuh, sehingga tingkat kelangsungan hidup keseluruhan penderita kanker paru-paru tidak tinggi. Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun penderita kanker paru-paru di Amerika Serikat hanya sekitar 15 persen, tapi taraf rata-rata penderita sejenis di negara berkembang hanya sekitar 10 persen.
Gejala kanker paru-paru.
Penyakit kanker paru-paru adalah sebab terutama kematian penderita kanker, tingkat berjangkitnya keseluruhan tengah cenderung naik dalam lingkungan dunia.
Gejala penyakit kanker paru-paru termasuk?batuk terus menerus, nyeri dada, batuk darah, nafas tersengal-sengal, serak, kerap kambuhnya radang paru-paru dan bronkitis, berat badan menurun dan selalu merasa letih.
Hasil pengobatan penyakit kanker paru-paru tergantung pada lingkup penyebaran sel kanker dan waktu penemuannya yang pertama. Kalau ditemukan sebelum penyebaran kanker paru-paru non sel kecil ke organ lainnya, tingkat kelangsungan hidup penderita selama 5 tahun dapat mencapai 47 persen. Akan tetapi, karena kanker paru-paru pada stadium dini gejalanya kurang nyata, maka, kebanyakan penderita kanker paru-paru baru terdiagnosis setelah memasuki stadium akhir.
Berdasarkan bentuk sel kanker di bawah mikroskop, kanker paru-paru terutama terbagi dalam dua jenis besar, kanker paru-paru non sel kecil yang menempati 75 persen kasus penyakit dan kanker paru-paru sel kecil. Dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil, laju pertumbuhan dan penyebaran kanker paru-paru non sel kecil umumnya relatif lamban. Hasil pengobatan kanker paru-paru relatif jelek. Dilihat dari keseluruhan, tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun sekitar 15 persen. Tingkat tersebut merujuk kepada proporsi kelangsungan hidup penderita mencapai 5 tahun setelah didiagnosa.
Berikut kami bicarakan pembagian stadium kanker paru-paru.
Kanker paru-paru non sel kecil terbagi dua jenis sebagai berikut, sifat keterbatasan dan stadium perluasan. Yang depan merujuk kepada gejala kanker hanya terbatas pada sebelah daun paru serta dalam kelenjar limfa di sebelah daun tersebut, yang belakang merujuk kepada sel kanker telah beralih atau menyebar ke rongga dada atau organ badan lainnya.
Kanker paru-paru non sel kecil terbagi dalam 4 stadium. Pertama, sel kanker hanya terdapat dalam paru. Kedua, sel kanker telah menyebar ke kelenjar limfa di dekatnya. Ketiga, sel kanker telah menyebar ke organ di dekatnya, misalnya menyebar ke rongga dada. Keempat, sel kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh, misalnya menyebar ke hati dan tulang.
Sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria berkaitan dengan merokok.
Pakar menjelaskan, merokok telah terbukti sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru, data klinis menunjukkan sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria dan 79 persen penderita wanita penyakit sejenis, kesemuanya berkaitan dengan merokok.
Pakar menyatakan, selama tahun-tahun belakangan ini, jumlah penderita penyakit kanker paru-paru wanita bertambah banyak, di antaranya sejumlah penderita wanita tidak merokok, tapi dari pelacakan terakhir ditemukan bahwa biang keladinya adalah merokok secara pasif dan terlalu banyak menghirup asap minyak di dapur. Pakar memperingatkan, aktif menganjurkan tidak merokok dapat membantu rakyat menjauhi ancaman penyakit kanker pembunuh nomor wahid.
Suatu survei terhadap 10 kota di Tiongkok, masyarakat sangat menyadari hubungannya antara merokok dan penyakit kanker paru-paru. Sekitar 90 persen responden berpendapat, merokok merupakan salahsatu sebab utama yang menimbulkan penyakit kanker paru-paru, sedangkan sekitar 50 persen responden menyatakan, di antara perokok seumur hidup terdapat 10-15 persen orang yang terserang penyakit kanker paru-paru.
Berikut kami bicarakan metode pengobatan penyakit kanker paru-paru.
Pemilihan metode pengobatan tergantung pada besar dan kecilnya tumor, jenis, dan stadiumnya. Operasi, radioterapi dan kemoterapi, kesemua dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker paru-paru.
Andaikata sel kanker belum menyebar ke organ lainnya, operasi kanker merupakan cara paling umum untuk pengobatan penyakit kanker non sel kecil. Tapi kalau sel kanker sudah menyebar ke organ lain dan tidak dapat dioperasi, dapat menggunakan cara pengobatan radioterapi atau kemoterapi atau memadukan kedua cara tersebut, dengan tujuan menyusutkan tumor dan pengendalian gejala penyakit. Pengobatan untuk penderita kanker paru-paru non sel kecil stadium akhir terutama dengan kemoterapi. Penderita penyakit kanker paru-paru sel kecil setelah terdiagnosa sel kankernya sudah menyebar ke organ lain, tidak layak lagi untuk menjalani operasi, hanya dapat menerima pengobatan kemoterapi dan radioterapi untuk menyusutkan tumor dan meredakan gejala penyakit.
Read More....Penyakit Kanker Paru-paru
Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.
Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:
- Kanker paru-paru primer
- Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut "oat cell carcinomas" (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.
- Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.
- Kanker paru sekunder
- Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :
- Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
- Kesulitan bernafas (nafas pendek)
- Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
- Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
- Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
- Suara yang berubah dari biasanya
- Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
- Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.
Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).
Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.
Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:
- Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
- Tindakan Therapy Radiasi
- Tindakan Therapy Kemotherapy
- Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

