Showing posts with label Kanker Paru-paru. Show all posts
Showing posts with label Kanker Paru-paru. Show all posts

Tuesday, March 3, 2009

Menguak Gejala Kanker Paru-Paru

Foto: Corbis
ANDA sering batuk? Sering sekali sehingga tak kunjung henti, bahkan sampai mengeluarkan darah? Juga sesak napas, demam, dan kehilangan berat badan? Jika ya, jangan diam saja. Jangan anggap remeh hal-hal itu. Itu bisa menjadi gejala kanker paru-paru, silent killer yang sampai saat ini masih sulit disembuhkan.

Paru-paru merupakan organ dalam sistem pernapasan dan termaksud dalam sistem kitara vertebrata yang bernapas. Paru-paru berfungsi menukar oksigen dalam sistem karbon dioksida dari darah dengan bantuan hemoglobin. Proses ini dikenal sebagai respirasi atau pernapasan. Paru-paru terletak di dalam rongga dada, dilindungi oleh struktur bertulang selangka dan diselaputi dinding sebagai pleural yang beirisi cairan pleural.

Kanker paru-paru adalah tumor yang tumbuh di paru-paru yang sebagian besar berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. Tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Menurut Prof Dr Faisal Yunus MD PhD FCCP, ahli penyakit paru-paru dari RS MH Thamrin, kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Kanker ini juga merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker.

"Jarang orang terkena penyakit ini bisa bertahan bertahun-tahun. Minimal satu tahun. Kanker paru-paru ini nggak kayak kanker pada umumnya yang masih bisa diobati," katanya.

Lebih dari 90 persen penyakit paru-paru ini berawal dari bronkitis atau saluran udara yang masuk ke paru-paru. Kanker ini bisa disebut karisnoma sel skuamosa, karisnoma sel kecil atau karisnoma sel gandum, kasrinoma sel besar, dan adenokarnoma. Karisnoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal. Tapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Namun tidak semua kanker atau tumor itu dapat ditemui, ada beberapa kanker paru-paru yang lebih jarang terjadi, antara lain, adenoma, yaitu kanker jinak, dan sarkoma yang tergolong kanker ganas.

Sementara itu, limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain yang menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

"Bisa juga salah satu penyebab terbesar orang terkena kanker paru-paru ini karena asap rokok, baik pasif maupun aktif," terang Prof Dr Faisal. Sebanyak 90 persen laki-laki terkena penyakit paru-paru akibat merokok itu dan sekitar 70 persen diderita wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko menderita kanker paru-paru.

Hanya sebagian kecil penyakit kanker paru-paru atau kurang lebih sekitar 10-15 persen pada pria dan 5 persen pada wanita yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau yang dihirup di tempat bekerja. "Biasanya faktor keturunan juga dapat meningkat mengenai kanker paru-paru," tambahnya.

Polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru terutama adenokarisinoma dan karsinoma sel alveolar terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.

Beberapa gejala yang bisa dilihat dan dirasakan dari kanker paru-paru ini, antara lain, sesak napas, batuk berkepanjangan, batuk mengeluarkan darah, sakit dada, mendesah, demam, dan kehilangan berat badan. Biasanya gejala-gejala tersebut baru akan timbul ketika kanker sudah menginjak stadium akhir, yang berarti bahwa perokok tidak akan sadar bahwa ia terkena kanker sejak usia muda. Gejala penyakit paru-paru yang sering terjadi di kalangan masyarakat biasanya berupa batuk-batuk yang lama pada orang yang merokok, kesulitan bernapas, suara yang berubah dari biasanya, dan batuk lebih dari dua minggu pada orang yang tidak merokok.

Masa orang terkena kanker paru-paru ini adalah sekitar 10-15 tahun. Jika sejak berusia 15 tahun orang sudah merokok, kemungkinan pada usia sekitar 35 atau 40 tahun orang itu menderita kanker paru-paru. Diagnosa pada kanker paru-paru dibuat berdasarkan jenis tipe sel, dan tanda-tanda cukup. Satu cara yang bisa digunakan adalah mengkonsumsi antioksidan yang merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dengan jalan melindungi sel-sel tubuh, khususnya paru-paru. Tapi ini adalah jalan terakhir dan bukan pengobatan yang 100 persen menghambat atau mencegah penyakit kanker. Ini hanya untuk mengurangi risiko penyakit kanker.

Ada beberapa antioksidan yang dapat dikonsumsi, yaitu Vitamin A, C dan E dalam bentuk food suplemen. Antioksidan ini melindungi paru-paru terhadap oksidasi dan kerusakan oleh fraktur (fr). Beberapa jenis makanan seperti kedelai, tahu, tempe, dan oncom juga mengandung senyawa genistein yang merupakan antioksidan dan anti-tumor kuat, yang dapat menstimulasi sistem imun. Mekanisme kerjanya adalah menstimulasi pulihnya pulihnya sel-sel tumor menjadi sel normal, khususnya pada kanker paru-paru. Teh hijau yang mengandung bioflavonoid Epi-Gallo Catechin Gallat juga merupakan antioksidan terkuat yang aktivitasnya 10 kali lebih kuat daripada vitamin C.

Ada beberapa jenis pengobatan terhadap penyakit ini, yakni operasi, kemo terapi dan radiasi. Jenis pengobatan ini disesuaikan dengan jenis kanker, tingkat perluasan atau penyebarannya pada saat didiagnosis, dan keseluruhan kondisi kesehatan penderita. Operasi merupakan tindakan pengobatan utama pada tahap awal kanker. Pasien yang tidak dapat menjalani operasi bisa beralih ke radio terapi.

Tingkat kesembuhan penyakit kanker paru-paru masih sangat bagus jika masih pada tahap awal. Masalahnya, kanker sangat jarang terdeteksi pada tahap ini. Kalau sel kanker sudah menyebar ke daerah lain, pilihan pengobatannya adalah kemo terapi dan radio terapi. Jika kanker menghalangi aliran udara utama, bisa digunakan laser untuk membekukan tumor atau tetap membuka aliran udara dengan sebuah stent atau tabung.
Read More....

Sekilas Tentang Kanker

Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker. Tabel berikut memaparkan jumlah pengidap kanker di US tahun 1993.


Jumlah
Penderita
Jumlah
Kematian
Persen Kematian
dari Seluruh
Kanker
Paru-Paru170 000149 00028%
Usus Besar152 00057 00011%
Payudara183 00046 3009%
Leukemia93 00050 0009%
Prostat165 00035 0007%

Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.

Karsinogen

Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:

  • vinyl chloride
  • benzo (a) pyrenes
  • nitroso-nor-nicotine
Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.

Efek Kanker Paru-Paru

Gambar di bawah menunjukkan paru-paru yang dirusak oleh kanker. Gambar di kanan (diperbesar) menunjukkan alveoli yang terkena kanker.

Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.

Korelasi Dengan Rokok

Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanay merupakan kebetulan. Namun grafik-grafik di bawah, dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.

Read More....

Kanker Paru-paru dan Pengobatannya

Dalam Ruangan Kesehatan edisi pekan ini kami bicarakan mengenai penyakit kanker paru-paru dan pengobatannya.

Pakar Rumah Sakit Tumor Beijing menjelaskan, jangan mengendurkan kewaspadaan terhadap gejala sistem pernafasan berkelanjutan yang tidak diketahui sebabnya, perlu segera pergi ke rumah sakit untuk mengesampingkan kemungkinan terserang penyakit kanker paru-paru, diagnosis dan pengobatan dini merupakan cara paling baik untuk meningkatkan hasil pengobatan penyakit kanker paru-paru dan kelangsungan hidup secara keseluruhan.

Survei terhadap 10 kota Tiongkok menunjukkan, umum kurang memperhatikan atas diagnosis dini kanker paru-paru. Walaupun terdapat 71 persen responden menyadari batuk berkepanjangan merupakan gejala umum mengidap kanker paru-paru, ketika terjadi batuk terus menerus yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, sekitar 35 persen responden menyatakan tidak memperhatikan sama sekali gejala tersebut.

Pakar memperingatkan, batuk, sesak napas, nyeri dada, nafsu makan berkurang dan batuk darah merupakan gejala kanker paru-paru. Gejala kanker paru-paru tidak berciri khusus, tapi baru akan menimbulkan kewaspadaan setelah gejala-gejala tersebut tadi berlarut-larut terus. Maka, gejala dini kanker paru-paru pada umumnya diabaikan oleh penderita, sehingga begitu terdiagnosis penyakit kanker paru-paru itu sudah berada pada stadium menengah dan akhir, ditambah sel kanker paru-paru mudah menyerang organ-organ lain dan kambuh, sehingga tingkat kelangsungan hidup keseluruhan penderita kanker paru-paru tidak tinggi. Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun penderita kanker paru-paru di Amerika Serikat hanya sekitar 15 persen, tapi taraf rata-rata penderita sejenis di negara berkembang hanya sekitar 10 persen.

Gejala kanker paru-paru.

Penyakit kanker paru-paru adalah sebab terutama kematian penderita kanker, tingkat berjangkitnya keseluruhan tengah cenderung naik dalam lingkungan dunia.

Gejala penyakit kanker paru-paru termasuk?batuk terus menerus, nyeri dada, batuk darah, nafas tersengal-sengal, serak, kerap kambuhnya radang paru-paru dan bronkitis, berat badan menurun dan selalu merasa letih.

Hasil pengobatan penyakit kanker paru-paru tergantung pada lingkup penyebaran sel kanker dan waktu penemuannya yang pertama. Kalau ditemukan sebelum penyebaran kanker paru-paru non sel kecil ke organ lainnya, tingkat kelangsungan hidup penderita selama 5 tahun dapat mencapai 47 persen. Akan tetapi, karena kanker paru-paru pada stadium dini gejalanya kurang nyata, maka, kebanyakan penderita kanker paru-paru baru terdiagnosis setelah memasuki stadium akhir.

Berdasarkan bentuk sel kanker di bawah mikroskop, kanker paru-paru terutama terbagi dalam dua jenis besar, kanker paru-paru non sel kecil yang menempati 75 persen kasus penyakit dan kanker paru-paru sel kecil. Dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil, laju pertumbuhan dan penyebaran kanker paru-paru non sel kecil umumnya relatif lamban. Hasil pengobatan kanker paru-paru relatif jelek. Dilihat dari keseluruhan, tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun sekitar 15 persen. Tingkat tersebut merujuk kepada proporsi kelangsungan hidup penderita mencapai 5 tahun setelah didiagnosa.

Berikut kami bicarakan pembagian stadium kanker paru-paru.

Kanker paru-paru non sel kecil terbagi dua jenis sebagai berikut, sifat keterbatasan dan stadium perluasan. Yang depan merujuk kepada gejala kanker hanya terbatas pada sebelah daun paru serta dalam kelenjar limfa di sebelah daun tersebut, yang belakang merujuk kepada sel kanker telah beralih atau menyebar ke rongga dada atau organ badan lainnya.

Kanker paru-paru non sel kecil terbagi dalam 4 stadium. Pertama, sel kanker hanya terdapat dalam paru. Kedua, sel kanker telah menyebar ke kelenjar limfa di dekatnya. Ketiga, sel kanker telah menyebar ke organ di dekatnya, misalnya menyebar ke rongga dada. Keempat, sel kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh, misalnya menyebar ke hati dan tulang.

Sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria berkaitan dengan merokok.

Pakar menjelaskan, merokok telah terbukti sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru, data klinis menunjukkan sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria dan 79 persen penderita wanita penyakit sejenis, kesemuanya berkaitan dengan merokok.

Pakar menyatakan, selama tahun-tahun belakangan ini, jumlah penderita penyakit kanker paru-paru wanita bertambah banyak, di antaranya sejumlah penderita wanita tidak merokok, tapi dari pelacakan terakhir ditemukan bahwa biang keladinya adalah merokok secara pasif dan terlalu banyak menghirup asap minyak di dapur. Pakar memperingatkan, aktif menganjurkan tidak merokok dapat membantu rakyat menjauhi ancaman penyakit kanker pembunuh nomor wahid.

Suatu survei terhadap 10 kota di Tiongkok, masyarakat sangat menyadari hubungannya antara merokok dan penyakit kanker paru-paru. Sekitar 90 persen responden berpendapat, merokok merupakan salahsatu sebab utama yang menimbulkan penyakit kanker paru-paru, sedangkan sekitar 50 persen responden menyatakan, di antara perokok seumur hidup terdapat 10-15 persen orang yang terserang penyakit kanker paru-paru.

Berikut kami bicarakan metode pengobatan penyakit kanker paru-paru.

Pemilihan metode pengobatan tergantung pada besar dan kecilnya tumor, jenis, dan stadiumnya. Operasi, radioterapi dan kemoterapi, kesemua dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker paru-paru.

Andaikata sel kanker belum menyebar ke organ lainnya, operasi kanker merupakan cara paling umum untuk pengobatan penyakit kanker non sel kecil. Tapi kalau sel kanker sudah menyebar ke organ lain dan tidak dapat dioperasi, dapat menggunakan cara pengobatan radioterapi atau kemoterapi atau memadukan kedua cara tersebut, dengan tujuan menyusutkan tumor dan pengendalian gejala penyakit. Pengobatan untuk penderita kanker paru-paru non sel kecil stadium akhir terutama dengan kemoterapi. Penderita penyakit kanker paru-paru sel kecil setelah terdiagnosa sel kankernya sudah menyebar ke organ lain, tidak layak lagi untuk menjalani operasi, hanya dapat menerima pengobatan kemoterapi dan radioterapi untuk menyusutkan tumor dan meredakan gejala penyakit.

Read More....

Penyakit Kanker Paru-paru

Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.

Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

  • Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru

  • Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:
    1. Kanker paru-paru primer

    1. Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut "oat cell carcinomas" (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.



    1. Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.

    1. Kanker paru sekunder

    1. Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.


  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru

  • Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :
    1. Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
    2. Kesulitan bernafas (nafas pendek)
    3. Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
    4. Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
    5. Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
    6. Suara yang berubah dari biasanya
    7. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
    8. Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.

  • Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru

  • Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).

  • Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru

  • Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.

    Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:
    • Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
    • Tindakan Therapy Radiasi
    • Tindakan Therapy Kemotherapy
    • Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}
    Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.
    Read More....