Showing posts with label Katarak. Show all posts
Showing posts with label Katarak. Show all posts

Wednesday, February 18, 2009

"Lutein" dan "Zeaxanthin" Mencegah Katarak

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini terdapat 180 juta penduduk dunia yang mengalami cacat penglihatan. Sebanyak 40-45 juta di antaranya tidak dapat melihat atau buta. Laporan WHO juga mengungkapkan bahwa setiap detik tambah satu penderita kebutaan di dunia.

Sembilan dari 10 penderita kebutaan tersebut berada di negara miskin dan berkembang, terutama negara-negara Afrika dan Asia Selatan atau Asia Tenggara. Khusus untuk Indonesia, diperkirakan 3,1 juta jiwa (1,5 persen) penduduknya mengalami kebutaan.


Penyebab utama kebutaan di dunia adalah katarak (45 persen). Penyebab lain antara lain adalah glaucoma, diabetes melitus, dan trauma (37,5 persen); trachoma (12,5 persen); dan onchocerciasis atau river blindness (0,6 persen).

Katarak adalah istilah medis untuk setiap keadaan keruh pada lensa mata. Lensa mata terutama disusun oleh air, protein, dan lipid. Protein tersusun demikian sehingga cahaya dapat menembus lensa dan difokuskan pada retina. Kadang-kadang protein tersebut mengumpul bersama sehingga memperkeruh atau menutupi bagian kecil pada lensa. Itulah yang disebut katarak. Makin lama, kumpulan protein tersebut membesar dan memperkeruh lensa. Tanda-tanda katarak antara lain penglihatan kabur, cahaya lampu kelihatan terlalu terang pada malam hari, cahaya matahari atau lampu silau, dan warna tampak pudar.

Sampai saat ini, para ahli belum dapat memastikan penyebab utama katarak. Namun, mereka yakin bahwa katarak disebabkan oleh banyak faktor secara sendiri-sendiri atau bersamaan. Salah satu penyebab logis adalah perubahan protein dan lipid pada lensa mata berkaitan dengan bertambahnya usia. Hal ini selaras dengan fakta bahwa pada umumnya katarak terjadi pada usia lanjut.

"Lutein" dan "zeaxanthin"

Berbagai temuan terbaru mengungkapkan bahwa pola hidup sehat dan konsumsi pangan kaya antioksidan berperan mencegah atau menunda kejadian katarak. Antioksidan yang telah terbukti dapat mencegah atau menunda kejadian katarak adalah lutein dan zeaxanthin.

Adanya gugus hidroksil pada struktur molekulnya membedakan lutein dan zeaxanthin dengan karotenoid lain. Dengan adanya gugus hidroksil ini, lutein dan zeaxanthin lebih bersifat polar daripada karotenoid lain, seperti beta-karoten. Polaritas ini berkaitan dengan kemampuannya berikatan dengan radikal bebas yang merusak mata.

Mekanisme

Berendschot dan kawan-kawan dari Departemen Optalmologi, Universitas Utrecht, Belanda, menemukan bahwa di antara karotenoid yang ada, lutein dan zeaxanthin-lah yang terdapat pada lensa mata manusia. Fakta ini mendukung temuan Dr Yeum sebelumnya bahwa lutein hadir pada lensa mata (Yeum dari Universitas Tufts adalah orang yang pertama menemukan lutein pada lensa mata).

Lyle dari Universitas Wisconsin-Madison melakukan penelitian kaitan antara asupan antioksidan dan kejadian katarak inti (nuclear cataracts) pada orang dewasa yang berumur 43-84 tahun. Dari semua antioksidan yang diteliti, hanya lutein dan zeaxanthin yang memiliki sifat protektif terhadap katarak.

Bagaimana lutein dan zeaxanthin mencegah atau menunda munculnya katarak? Sifat antioksidannya yang ampuh memberi jawaban atas pertanyaan ini. Radikal bebas, yang berasal dari sinar matahari atau cemaran dari udara, yang masuk ke mata mengoksidasi molekul rentan pada lensa mata.

Molekul tersebut adalah protein dan lipid yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini adalah timbulnya gerombolan protein atau lipid yang rusak pada lensa mata. Seiring dengan bertambahnya usia dan makin terakumulasinya tekanan radikal bebas, gerombolan protein dan lipid yang rusak tersebut makin besar. Itulah yang membuat penglihatan kabur dan lama-kelamaan menjadi buta.

Lutein dan zeaxanthin menangkapi radikal bebas (dengan cara berikatan dengannya) sebelum mereka merusak protein atau lipid lensa. Lutein dan zeaxanthin dapat diibaratkan sebagai "bodyguard" lensa mata terhadap serangan radikal bebas.

Kalau kita mengacu kepada target global WHO pada pencegahan kebutaan, yaitu menurunkan prevalensi kebutaan pada semua negara hingga 0,5 persen, maka kita dituntut untuk dapat menurunkan prevelensi kebutaan minimal sebesar 1 persen (dari 1,5 persen). Angka ini setara dengan 2 juta lebih penderita kebutaan. Ini merupakan pekerjaan berat.

Pepatah bijak yang mengatakan "Lebih baik mencegah daripada mengobati" mungkin sangat relevan dalam hal ini. Bukti ilmiah telah secara meyakinkan membuktikan bahwa mengonsumsi lutein dan zeaxanthin dapat mencegah atau menunda timbulnya katarak pada usia lanjut.

Mengonsumsi sayur yang beraneka ragam tiga porsi sehari dapat memenuhi kebutuhan lutein dan zeaxanthin masing-masing sekitar 5-6 miligram per hari. Kalau hal itu sulit dilakukan, mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin adalah pilihan lain, tentunya, terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter.
Read More....

Beberapa Solusi Seputar katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.

Penyakit katarak banyak terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Hal ini berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak.

Apakah Penyebab Katarak ?

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 550% orang berusia 7585 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

Sayangnya, Seorang penderita katarak mungkin tidak menyadari telah mengalami gangguan katarak. Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. karena umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3—5 tahun. Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis.

Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan peng­lihatannya.

Secara umum terdapat 4 jenis katarak seperti berikut.

1. Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang terjadi.

2. Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata.

3. Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum.

4. Katarak yang berkaitan dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Berdasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna birru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan baca menurun.

Gejala umum gangguan katarak meliputi :

  • Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.

  • Peka terhadap sinar atau cahaya.

  • Dapat melihat dobel pada satu mata.

  • Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.

  • Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi :

  • Faktor keturunan.

  • Cacat bawaan sejak lahir.

  • Masalah kesehatan, misalnya diabetes.

  • Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.

  • Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

  • Operasi mata sebelumnya.

  • Trauma (kecelakaan) pada mata.

  • Faktor-faktor lainya yang belum diketahui.

Pengobatan secara medis

Solusi untuk menyembuhkan penyakit katarak secara medis umumnya dengan jalan operasi. Lapisan di mata diangkat dan diganti lensa buatan (lensa intraokuler). Operasi ini cukup riskan dan tidak menjanjikan kesembuhan 100%. Baru-baru ini ditemukan teknologi canggih, yakni operasi dengan sinar laser.

Semua cara pengobatan ini sangat tergantung pada kemampuan ekonomi pasien, karena operasi mata mem-butukan dana yang tidak sedikit. Biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasi sebelah mata akibat katarak saat ini adalah sekitar 5 juta rupiah. Lantas bagaimana dengan masyarakat ekonomi lemah yang untuk mendapatkan sekilo beras saja tidak mampu membayar?

Read More....

Apa Pengertian KATARAK?

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata, yang menyebabkan penglihatan seseorang menjadi buram, bahkan sampai tidak melihat. Hal ini dikarenakan cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina, akibat terhalang oleh lensa yang keruh (lihat gambar). Sebagian besar katarak disebabkan oleh proses penuaan atau lanjut usia.

Apa gejala seseorang menderita Katarak?

Pada umumnya seorang penderita katarak akan merasakan:

  • Penglihatan buram atau berkabut, bahkan sampai tidak bisa melihat
  • Sering ganti kaca mata, karena ukurannya mudah berubah
  • Pada keadaan terang, mata terasa silau
  • Penglihatan semakin buram pada sore hari
  • Kadang penglihatan menjadi berbayang
Apa penyebab Katarak ?

Penyebab paling banyak adalah akibat proses lanjut usia/ degenerasi, yang mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh. Katarak senilis ini sering terjadi pada seseorang yang berusia lanjut.

Penyebab lainnya:

  • Penyakit seperti diabetes
  • Trauma/cidera pada mata
  • Penggunaan obat dalam jangka waktu lama (steroid)
  • Terkena sinar matahari yang berlebihan (ultraviolet)
  • Bawaan sejak lahir.
Pada saat ini, teknik yang digunakan pada operasi katarak adalah dengan:

FAKOEMULSIFIKASI yang merupakan teknologi terkini, hanya dengan melakukan sayatan (3mm) pada kornea. Getaran ultrasonic pada alat fakoemulsifikasi dipergunakan untuk mengambil lensa yang mengalami katarak, lalu kemudian diganti dengan lensa tanam permanen yang dapat dilipat.

Luka hasil sayatan pada kornea kadang tidak memerlukan penjahitan, sehingga pemulihan penglihatan segera dapat dirasakan. Teknik fakoemulsifikasi memakan waktu 20 - 30 menit dan hanya memerlukan pembiusan topical/tetes mata selama operasi.

EKSTRA KAPSULAR

Dengan teknik ini diperlukan sayatan kornea lebih panjang, agar dapat mengeluarkan inti lensa secara utuh, kemudian sisa lensa dilakukan aspirasi. Lensa mata yang telah diambil, digantikan dengan lensa tanam permanen. Diakhiri dengan menutup luka dengan beberapa jahitan.
Read More....

Masalah Katarak

Katarak adalah sejenis kerosakan mata yang menyebabkan kanta mata berselaput dan rabun. Kanta mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya. Keadaan ini menjejaskan penglihatan seseorang dan akan menjadi buta sekiranya lewat, atau tidak dirawat. Masalah katarak berbeza dengan Glaukoma yang merupakan sejenis kerosakan mata yang disebabkan oleh tekanan cecair yang terlalu tinggi di dalam bebola mata.

Golongan berisiko
Golongan yang berisiko mengidap katarak adalah seperti berikut :-

  1. Pesakit kencing manis yang gagal mengawal penyakitnya.
    • Kandungan gula dalam darah menjadikan kanta kurang kenyal dan membentuk katarak.
  2. Orang dewasa yang berusia 60 tahun keatas.
    • Katarak merupakan suatu proses akibat usia yang lanjut.
  3. Kanak-kanak dan bayi yang baru lahir dengan komplikasi
    • Katarak boleh berlaku pada bayi atau kanak-kanak sekiranya si ibu mengidap jangkitan seperti penyakit Rubella semasa mengandung.



Tanda-tanda Katarak ialah :-

  • Penglihatan semakin kabur.
  • Sukar membaca kerana penglihatan tidak jelas.
  • Kerap menukar cermin mata kerana penglihatan tidak terang.
  • Selaput putih pada anak mata.
  • Merasa silau terhadap cahaya matahari.


Sekiranya anda mengalami tanda-tanda di atas, segeralah berjumpa doktor untuk pemeriksaan mata bagi mencegah diri daripada kehilangan penglihatan.

Rawatan

Katarak hanya dapat dirawat melalui pembedahan. Pembedahan ini hanya mengambil masa 30 hingga 40 minit sahaja.


Sewaktu pembedahan, kanta asal yang kabur akan dibuang dan digantikan dengan kanta tiruan untuk memulihkan penglihatan pesakit.

Selain daripada menggunakan kanta tiruan, pesakit Katarak juga boleh menggunakan cermin mata atau kanta lekap (contact lens) untuk memulihkan penglihatan.

Pesakit akan sembuh dalam masa tiga bulan. Dalam tempoh ini, pesakit dinasihat mendapatkan :-

  • Rawatan susulan yang rapi
  • Memakan ubat yang diberikan.
  • Memakai cermin mata gelap kerana mata masih sensitif pada sinaran matahari.
Read More....