Showing posts with label Diabetes (Kencing Manis). Show all posts
Showing posts with label Diabetes (Kencing Manis). Show all posts

Wednesday, February 18, 2009

Tanda Dan Gejala Kencing Manis (Diabetes Melitus Tipe 2)

Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.

Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.

Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.

Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.

Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.

Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.

Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.

Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Read More....

Obat alternatif untuk penderita KENCING MANIS

KENCING MANIS (diabetes mellitus), timbul karena tubuh tidak bisa menghasilkan hormon insulin yang cukup sehingga gula dalam darah tidak bisa diubah menjadi glikogen yang bisa disimpan dalam otot atau jaringan hati. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat dan ginjal tidak mampu menyerap gula ini kembali sehingga gula darah lolos melalui saringan dan keluar bersama air seni.

Gejala yang umum diderita oleh penderita kencing manis di antaranya cepat lelah, selalu merasa haus dan lapar, serta jika mengalami luka akan susah sekali sembuhnya. Di bawah ini diuraikan beberapa resep ramuan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati kencing manis.

1. BUNGUR

Bungur (lagerstromia speciosa) adalah tanaman berbentuk pohon yang tingginya mencapai 5-25 m. Batangnya umumnya bengkok, demikian juga dengan percabangan-nya. Daunnya berbentuk jorong dengan panjang 24 cm dan lebarnya 12 cm. Bunganya berbentuk malai yang panjangnya mencapai 40 cm, berwarna ungu. Umumnya, tanaman ini banyak dijumpai sebagai peneduh jalan.

Selain jenis di atas, ada pula bungur yang bunganya merah muda, yaitu jenis lagerstromia indica. Daun dan buah bungur mengandung plantisul, yaitu zat yang aktivitasnya seperti insulin. Menurut hasil penelitian, daun bungur yang sudah tua sebanyak 20 g. Jika direbus dalam 100 ml air selama 45 menit dan diminum, memiliki kekuatan 6-6,7 unit insulin. Sebenarnya, seluruh bagian tanaman bu-ngur bisa digunakan untuk obat kencing manis, tetapi yang terbaik adalah daunnya yang sudah tua.

Cara membuat ramuan :

Siapkan 30 g daun bungur tua yang masih segar dari jenis bungur yang berbunga ungu, lalu direbus dalam 150 ml air selama kurang lebih 1 jam. Air rebusannya itu kemudian dibagi tiga untuk diminum tiga kali sehari masing-masing 50 ml. Meminumnya sebaiknya sete-ngah atau satu jam sebelum makan. Ini dilakukan tiap hari sampai penyakit kencing manisnya sembuh.

2. SALAM

Salam (eugenia polyantha). Adalah tanaman berupa pohon yang tingginya mencapai 25 m. Tumbuhan dari suku myrtaceace ini tersebar mulai dari Burma sampai dengan Pulau Jawa. Di daerah Jawa, tanaman ini sering disebut manting. Di daerah Madura dan Sunda, disebut salam, sedangkan di Sumatera disebut meselengan. Daun tumbuhan ini berbentuk lonjong, berbau sedap jika diremas sehingga banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna merah jika sudah tua.

Cara membuat ramuan :

Daun salam sebanyak 75-100 gr direbus dalam tiga gelas air hingga tinggal setengahnya. Air rebusannya kemudian didinginkan dan disaring, lalu diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Hari berikutnya, daun salam yang telah direbus itu ditambah air sama banyak, direbus lagi sampai tinggal setengahnya. Air rebusannya di-minum lagi dengan cara yang sama. Hari ketiga, daun salamnya diganti dengan yang baru, lalu direbus lagi, dan diminum kembali seperti cara tersebut di atas. Hal itu dilakukan sampai kadar gula dalam darah kembali normal.

3. JUWET ATAU JAMBLANG

Tanaman juwet atau jamblang ( syzygium cumini ) Berupa pohon yang batangnya bergaris tengah 60 cm dan tingginya bisa mencapai 15 m. Buah juwet berwarna biru keungu-unguan (juwet biasa) atau hitam (juwet ireng2). Di samping yang berbuah biru dan hitam tersebut, ada pula varietas yang buahnya berwarna ungu (juwet daging), bahkan ada pula yang berwarna putih (juwet bawang). Biji juwet mampu menyembuhkan gejala “lama sekali sembuhnya luka”. Diduga, glukosida phytomelin dalam biji juwet mampu mengurangi kerapuhan pembuluh-pembuluh darah kapiler sehingga luka-luka yang ada bisa cepat sembuh. Selain itu, biji juwet juga mampu mengatasi gejala mudah lelah dan kurang tenaga. Diduga, alfa-phytosterol dalam biji itu, yaitu sejenis sterol yang bersifat anticholesteremik, mampu mencegah kelebihan kolesterol. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah penderita kencing manis, membuat kadar kolesterol yang masih rendah saja sudah seperti kondisi parah. Seolah-olah darah itu sudah kebanyakan kolesterol sehingga tugas darah terganggu.

Akibatnya, pembangkitan tenaga hasil oksidasi zat makanan menjadi energi akan macet, berkuranglah tenaga dan penderita akan merasa lesu.

Cara membuat ramuan :

Sebuah biji juwet bawang atau 15 biji juwet biasa ditumbuk halus, lalu direbus dalam dua gelas air. Air rebusan ini diminum sedikit-sedikit dan jumlah yang ada harus dihabiskan sepanjang hari. Bisa diangsur dengan minum tiga kali sehari, boleh juga dua kali sehari. Pemberian jamu ini mungkin diperlukan 2-3 hari. Pengobatan dihentikan kalau badan sudah merasa segar, tidak lesu, dan kekurangan tenaga lagi. Perlu diketahui bahwa biji juwet hanya mengobati gejala kencing manis, sedangkan kekurangan insulin yang menjadi penyebab utama penyakit ini tidak bisa diatasi biji juwet sehingga di samping meminum ramuan biji juwet ini, penderita kencing manis juga harus mengurangi makan makanan berkarbohidrat tinggi. Jika produksi hormon insulin oleh tubuh sudah normal kembali, jamu juwet dan diet karbohidrat bisa dihentikan.

4. PARE ATAU PARIA

Pare (momordica charantia) termasuk golongan sayuran buah. Pare termasuk tumbuhan merambat yang memerlukan penopang para-para atau tumbuhan lain sehingga tanaman ini memiliki alat penopang yang berbentuk pilin. Ada tiga jenis pare yang biasa ditanam orang yaitu pare putih, pare hijau, dan pare ular. Pare putih buahnya besar, berbentuk bulat panjang, warnanya putih, dengan permukaan kulit buah yang berbintil-bintil besar. Pare hijau berukuran lebih kecil, berbentuk lonjong, dan permukaan kulitnya berbintil-bintil halus. Sedangkan pare ular berukuran sekira 60 cm panjangnya, berbentuk bulat, berwarna hijau dengan belang-belang putih mirip kulit ular. Permukaan kulitnya halus, tidak ada bintil-bintilnya. Sama halnya dengan juwet, pare ini hanya mengobati penderita kencing manis yang masih dalam tahap ringan dan penyembuhannya tidak bergantung pada suntikan insulin.

Biasanya, penderita pada tingkat ini masih memiliki kelenjar pankreas yang masih bisa menghasilkan hormon insulin. Diduga zat yang dapat menurunkan kadar gula darah dalam buah pare ini adalah sejenis glukosida, yaitu momordisin.

Cara membuat ramuan :

Buah pare diparut atau dihaluskan, lalu diambil ekstrak perasan buahnya. Perasan ini diminum tiga kali sehari sampai kadar gula darah kembali normal.

5. UBI JALAR

Ubi jalar ( ipomea batatas ) yang umbinya merah, menurut hasil penelitian, mampu menggantikan 6,76-06 unit insulin. Penderita kencing manis dapat mengonsumsi 300 gr pucuk daun ubi jalar setiap hari sebagai lalapan. Akan tetapi, untuk penderita kencing manis yang memiliki juga sakit mag, sebaiknya jangan memilih resep daun ubi jalar ini. Pilih saja resep dari buah pare, biji juwet, atau dari daun bungur.

Cara membuat ramuan :

Buah pare diparut atau dihaluskan, lalu diambil ekstrak perasan buahnya. Perasan ini diminum tiga kali sehari sampai kadar gula darah kembali normal.


Read More....

Informasi Diabetes Mellitus / Kencing Manis / Penyakit Gula Darah - Pengertian, Definisi, Pencegahan, Perawatan, Petunjuk, dll

Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.

Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melistus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.

Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.

Created By Mr_fozz
Read More....

Penyakit kencing manis (Diabetes)

Penyakit kencing manis ataupun diabetes mellitus merupakan sejenis penyakit yang dapat dicirikan dengan keadaan hyperglyceamia (ketinggian kandungan glukosa dalam darah), terutamanya selepas pengambilan makanan, pada penghidapnya.

Secara umumnya, penyakit kencing manis dapat digolongkan sebagai:

  • Diabetes jenis pertama juga dikenali sebagai diabetes bersandar insulin (IDDM - 'Insulin Dependent Diabetes Mellitus') atau diabetes awal remaja. Diabetes jenis pertama dicirikan dengan kegagalan penghasilan insulin oleh kelenjar pankreas. Biasanya, penghidap diabetes jenis pertama mula mendapat simtom penyakit semasa kanak-kanak atau remaja. Disebabkan oleh kegagalan penghasilan insulin oleh badan, pesakit memerlukan suntikan insulin untuk pengawalan tahap glukosa darah.
  • Diabetes jenis kedua boleh disebabkan oleh kerintangan tisu badan terhadap insulin dan penghasilan insulin yang berkurangan. Diebetes jenis kedua boleh dikawal secara pemantauan pangambilan makanan, pengurangan berat badan, bersenam, dan pengambilan ubat secara makan ( suntikan insulin diperlukan sekiranya pengambilan ubat secara makan kurang berkesan atau memberi kesa sampingan kepada pesakit).

Sejarah

Penyakit kencing manis telah diketahui semenjak tamadun purba lagi dan telah direkodkan oleh tamadun Mesir, India, Cina, dan Yunani (Greek). Tanda-tanda penyakit kencing manis, seperti dahaga yang melampau dan kerap kencing, telah digambarkan oleh orang Mesir di atas paprus pada 1550 BC. Pakar perubatan India juga telah membahagikan pengidap kencing manis kepada dua jenis berlainan semenjak abad ke lima lagi.

Nama lain kencing manis, diabetes yang bererti pancur air, dinamakan oleh pakar perubatan Yunani (Greek), Areteus dari Cappadocia semenjak 2,000 tahun dahulu. Perkataan mellitus kemudiannya ditambah oleh Willis bagi menunjukkan terdapat gula dalam air kencing. Diabetis Mellitus atau secara amnya dikenali sebagai kencing manis, merupakan satu penyakit kronik (tidak boleh pulih sepenuhnya) dan hampir 8-9% masyarakat dewasa di Malaysia mengidap penyakit ini.

Salah satu daripada ujian bagi mengesan pengidap kencing manis yang terawal adalah mencurahkan air kencing pada tanah dan melihat samada semut menghurungi tempat tersebut. Bukti kaitan kelenjar pankreas dengan punca penyakit kencing manis dijumpai pada tahun 1897, apabila dua orang pakar sains, Minkowski dan Von Mering membuktikan hubungan kelenjar pankreas dengan kencing manis dengan membuang kelenjar pankreas pada anjing, menyebabkan anjing tersebut mengidap kencing manis.

Walaupun penyakit kencing manis telah lama diketahui, kawalan penyakit kencing manis yang berkesan hanya diketahui pada 1921 apabila Frederick G. Banting dan Best menjumpai fungsi insulin sebagai pengawal kandungan glukos dalam darah.

Pengawalan Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronik yang akan kekal seumur hidup. Setakat ini belum ada ubat yang dapat menyembuh penyakit diabetes tetapi penyakit ini boleh dikawal dengan cara berikut:

  • Penjagaan pemakanan dan berat badan
  • Kerap bersenam
  • Pengubatan
  • Pemakanan pesakit Diabetes seharusnya kurang lemak dan kalori serta seimbang.

Pesakit diabetes boleh menjalani kehidupan yang normal dengan syarat pesakit itu dikawal dengan betul. Lebih kurang 40% pesakit diabetes mampu mengawal keadaan penyakit mereka dengan menjaga pemakanan dan bersenam. Manakala selebihnya adalah dengan mengambil sama ada ubat (pil) atau suntikan insulin di samping pemakanan yang sihat dan bersenam. Walau apa pun ubat yang diambil, perkara-perkara berikut perlu diketahui dan dipatuhi :

  • Bila hendak mengambil/makan ubat dan berapa banyak ubat yang perlu diambil
  • Jenis rawatan yang diterima
  • Dimana hendak mendapat ubat
Read More....

Minyak Kelapa Murni Untuk Obat Kencing Manis (Diabetes)

Diabetes mellitus di Indonesia dikenal dengan nama kencing manis. Kencing manis adalah glikosuria (glukosa dalam urin) yang diakibatkan Karena menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin. Dalam kondisi ini, produksi insulin atau enzim menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel-sel sehingga konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirnya dibuang bersama urin.

Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel denagn cara mentransfer glukosa darh dalam sel-sel yang membutuhkan. Glukosa dalam darah tidak dapat langsung digunakan sebagai energi, harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel-sel melaluiproses oksidasi dalam sel. Selain itu, insulin juga mengubah glukosa menjadi energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa darah berlimpah, akan diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam jaringan adipose, untuk menormalkan kadar glukosa darah.

Kandungan MCFA (medium chain fatty acid)dalam VCO,mampu merangsang produksi insulin, yaitu hormon pengangkut zt gula ke dalam sel-sel tubuh. Selain itu, VCO juga dapat menembus dinding usus tanpa bantuan enzim sehingga sel mampu menghasilkan energi lebih cepat.

Read More....

PENYAKIT KENCING MANIS


Penyakit kencing manis juga dikenali sebagai diabetes mellitus. Penyakit ini ialah suatu keadaan yang mana terdapatnya ketiadaan atau kekurangan penghasilan insulin, atau badan bersifat rintang terhadap insulin. Insulin ialah suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk meningkatkan penyimpanan karbohidrat, lemak dan protein. Ia bertanggungjawab untuk proses glikogenesis, iaitu penukaran glukosa kepada glikogen dalam hati dan otot. Insulin juga menyebabkan lipogenesis, iaitu pembentukan trigliserida dan lemak. Ia juga menghalang pemecahan lemak dan meningkatkan penghasilan glukosa dalam hati.

Penyakit kencing manis juga boleh dikelaskan kepada:

Diabetes Primer

Jenis I (IDDM)
Jenis ini dikenali sebagai Diabetes Mellitus Bergantung Insulin kerana insulin yang dihasilkan oleh badan adalah sangat rendah dan tidak mencukupi untuk keperluan badan. Bentuk ini lebih kerap ditemui dalam kanak-kanak dan remaja. Hanya 10% daripada pesakit kencing manis yang berusia lebih daripada enam puluh lima tahun menghidapi penyakit kencing manis jenis ini. Keadaan ini boleh dirawat dengan pengawalan pemakanan dan melalui suntikan insulin.

Jenis II (NIDDM)

Jenis ini juga juga dikenali sebagai Diabetes Mellitus Tak Bergantung Insulin. 90% daripada kes penyakit kencing manis tergolong dalam jenis ini. Dalam Diabetes Jenis II, pankreas menghasilkan insulin yang tidak mencukupi. Ia biasanya berlaku dalam orang yang berusia lebih daripada 40 tahun. Sebilangan besar pesakit (lebih kurang 85%) adalah gemuk. Keadaan ini biasanya bersifat keturunan. Rawatan biasanya terdiri daripada pengawalan pemakanan sahaja atau pengawalan pemakanan dan pengambilan ubat. Sesetengah pesakit juga memerlukan suntikan insulin.

Diabetes Sekunder

Penyakit kencing manis ini disebabkan oleh penyakit pankreas yang lain, peningkatan permintaan terhadap fungsi pankreas yang tidak normal, seperti dalam penyakit kencing manis semasa mengandung, dan yang disebabkan oleh ubat dan toksin. Lebih kurang 20 hingga 25% wanita yang mengalami diabetes gestasi, atau penyakit kencing manis semasa mengandung, akan mengalami penyakit kencing manis apabila usia mereka telah meningkat. Rawatan bagi diabetes gestasi adalah melalui pengawalan pemakanan sahaja atau pengawalan pemakanan dan pengambilan ubat.

Simptom / Gejala

Simptom-simptom yang paling biasa ialah:

v Kerap membuang air kencing
v Sentiasa berasa dahaga
v Selera makan meningkat
v Letih
v Hilang berat badan
v Jangkitan kulit yang kerap, misalnya jangkitan kulat pada kawasan kemaluan
v Luka yang lambat sembuh
v Kadang-kadang penglihatan menjadi kabur

Kebanyakan orang mempunyai satu atau lebih simptom tetapi ada orang yang tidak mempunyai sebarang simptom.

Rawatan

Penyakit kencing manis biasanya ia merupakan suatu penyakit seumur hidup. Tujuan rawatan untuk penyakit kencing manis ialah untuk melegakan simptom dan mengembalikan paras gula darah kepada paras normal dan untuk mencegah komplikasi. Penyakit kencing manis yang dibiarkan tanpa kawalan akan menyebabkan kerosakan buah pinggang, mata, kaki dan kulit. Cara mengawal penyakit kencing manis termasuklah pemakanan, penjagaan berat badan, senaman dan ubat.

Pemakanan

Pengawalan pemakanan adalah penting untuk mengawal diabetes. Pemakanan yang betul bukan setakat mengelakkan makanan dan minuman yang manis sahaja.

v Pesakit kencing manis harus makan 3 kali sehari setiap hari pada masa yang
ditetapkan. Pesakit tidak patut tertinggal masa makan.

v Makanan yang mengandungi kandungan fiber yang tinggi seperti roti jagung, mi,
oat, biskut kraker yang tidak dimaniskan, chickpea, lentil dan sayur-sayuran harus
diambil.

v Makanan yang mengandungi kandungan gula yang tinggi, misalnya gula yang telah
diproses, coklat dan madu harus dielakkan.

v Pengambilan lemak tepu harus dikekalkan pada paras minimum kerana
peningkatan pengambilan lemak akan meningkatkan risiko serangan penyakit
jantung. Elakkan daripada
menggorengmakanan, sebaliknya, pangganglah makanan anda.

v Pengambilan garam dan makanan yang masin harus dikurangkan. Elakkan
makanan seperti kerepek dan kacang tanah.

v Makanan pesakit kencing manis harus dirancang terlebih dahulu. Makanan haruslah
seimbang dan kandungan kalori dalam makanan haruslah tetap. Ini bertujuan untuk
memastikan terdapat beban glukosa yang tetap untuk dikendalikan oleh badan.

v Pengambilan kalori yang terkawal adalah baik untuk mengekalkan berat badan yang
normal.

v Pengambilan alkohol perlu dikekalkan pada paras minimum atau dielakkan kerana
alkohol akan mengubah paras glukosa darah.


Pesakit kencing manis harus mengamalkan pemakanan yang seimbang. Mereka boleh memakan makanan yang dimakan oleh seisi keluarga, tetapi dalam jumlah yang sederhana, dan mengelakkan gula-gula dan makanan manis yang lain. Mereka tidak perlu membeli ‘makanan diabetes’ yang khas kerana makanan ini adalah mahal dan tidak membawa banyak manfaat. Selain itu, terdapat formula nutrisi yang khas untuk pesakit kencing manis yang tidak dapat mematuhi gaya pemakanan yang disyorkan. Walau bagaimanapun, adalah penting untuk mengingat bahawa pemakanan yang sihat ialah kunci kepada diet seorang pesakit kencing manis.

Senaman

Lebih kurang 50% daripada pesakit kencing manis dengan diabetes jenis II mempunyai berat badan yang terlalu tinggi. Adalah penting untuk mengekalkan berat badan yang ideal dengan senaman yang konsisten. Senaman membolehkan insulin untuk bertindak dengan lebih baik dan mengekalkan badan yang cergas dan pesakit menjadi lebih sihat. Senaman yang ideal bagi pesakit kencing manis harus dirancang selepas berjumpa dengan doktor, supaya komplikasi seperti hipoglisemia (kurang gula darah) dapat dielakkan. Berundinglah dengan doktor yang merawat pesakit itu sebelum memulakan sebarang program senaman.

Insulin

Insulin ialah ubat pilihan bagi diabetes jenis I. Insulin mula dihasilkan untuk rawatan penyakit kencing manis pada tahun 1921. Pada masa itu, bentuk insulin yang ada cuma jenis bovin (daripada lembu) dan porsin (daripada khinzir). Kini, terdapat bentuk sintetik yang serupa dengan insulin yang dihasilkan dalam badan. Insulin ini dihasilkan daripada yis dan bakteria. Insulin hanya diberikan melalui suntikan kerana ia boleh dimusnahkan dalam perut jika diberi melalui mulut. Doktor akan menentukan jenis ubat yang perlu diambil. Sekiranya insulin diberikan, doktor akan merancang program rawatan yang khas untuk setiap pesakit. Pengkelasan insulin adalah berdasarkan:

v Masa mula tindak (ia berkaitan dengan kelajuan serapan insulin ke dalam aliran
darah).

v Kesan puncak. Masa insulin mencapai kesan maksimum.
v Jangka masa tindak. Tempoh masa insulin bertindak.

Tablet anti-diabetes

Tablet ini tidak mengandungi insulin tetapi mengandungi ubat yang merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin, atau membantu sel untuk menggunakan insulin yang sedia ada dengan lebih berkesan. Selepas mula mengambil ubat, doktor harus diberitahu sekiranya terdapat sebarang kesan samping seperti serangan paras gula darah rendah, cirit-birit atau ruam. Terdapat beberapa kelas ubat anti-diabetes, iaitu:

v Sulfonilurea – ubat ini merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak
insulin. Misalnya chlorpropamide, glibenclamide, glipizide.
v Ubat lain yang merangsang pengeluaran insulin – ubat ini seperti repaglinide
merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin tetapi adalah terutamanya
berkesan untuk mencegah paras glukosa yang tinggi selepas makan kerana ubat
ini bertindak dengan cepat dan dimetabolismakan dengan cepat.

v Biguanid – ubat ini mengurangkan penghasilan glukosa dalam hati dan juga
menjadikan tisu lebih sensitif terhadap insulin, contohnya metformin.

v Thiazolidinedion – ubat ini meningkatkan sensitiviti insulin dengan mengaktifkan
gen-gen tertentu yang terlibat dalam pembentukan lemak dan metabolisma
karbohidrat. Misalnya, troglitazone, rosiglitazone

v Perencat alfa-glukosaidase – ubat ini mengurangkan penyerapan glukosa dalam
usus kecil. Misalnya acarbose.

Hipoglisemia

Hipoglisemia atau serangan akibat paras glukosa darah yang rendah boleh berlaku ketika menjalani rawatan penyakit kencing manis. Keadaan ini biasanya berlaku kerana:

v Makan terlalu sedikit.
v Masa makan yang tidak tetap.
v Terlalu banyak insulin atau ubat anti-diabetes
v Tidak mengambil makanan yang mencukupi sebelum bersenam atau senaman yang terlalu
berat.

v Penyakit misalnya cirit-birit

Penyesuaian pada rawatan dibuat adalah amat bergantung kepada gaya hidup pesakit. Ini adalah bertujuan untuk mengelakkan paras glukosa darah daripada jatuh sehingga di bawah paras normal dan mencetuskan serangan hipoglisemia.

Simptom

Simptom hipoglisemia adalah:

v Kurang tumpuan atau pemikiran yang keliru
v Mudah marah
v Pening
v Loya dan lemah
v Berpeluh, pucat dan kulit yang sejuk
v Penglihatan yang kabur

Rawatan ialah pengambilan gula dalam bentuk tablet glukosa, gula-gula atau minuman manis melalui mulut dengan serta-merta. Masa pemulihan biasanya adalah amat cepat. Walau bagaimanapun, sekiranya simptom itu masih ada, pesakit harus dibawa ke hospital dengan cepat untuk rawatan secepat mungkin.

Komplikasi

Semua bentuk diabetes, jika tidak dikawal, boleh mengakibatkan komplikasi yang melibatkan beberapa organ dan bahagian tubuh. Antara komplikasi yang paling teruk adalah komplikasi yang melibatkan buah pinggang, mata dan salur darah. Adakalanya, pengesanan awal adalah sukar kerana sesetengah komplikasi tidak mempunyai simptom yang nyata pada tahap awal.

Komplikasi Kesan akhir

Retinopati Penglihatan yang terjejas dan boleh mengakibatkan mata menjadi buta. Neuropati Kerosakan saraf yang boleh menyebabkan rasa sakit atau kehilangan deria pada tangan dan kaki. Komplikasi mungkin memerlukan amputasi (pemotongan) kaki. Pergerakan salur pencernaan terganggu dan boleh menyebabkan cirit-birit dan/atau sembelit. Nefropati Penyakit buah pinggang yang boleh menyebabkan kegagalan buah pinggang dan kematian awal. Kecederaan salur darah besar Kecederaan ini boleh mengakibatkan serangan jantung, strok atau kekurangan bekalan darah ke anggota bawah. Adalah sangat penting untuk mengawal penyakit kencing manis. Seseorang pesakit kencing manis boleh mengalami lebih daripada satu komplikasi sekiranya penyakitnya tidak dikawal untuk jangka masa yang lama.

Pengawalan paras glukosa darah

Dalam pesakit kencing manis, pemantauan berkala paras glukosa darah adalah penting, kerana ini akan menunjukkan sama ada rawatan adalah mencukupi atau perlu diperbetulkan. Paras glukosa darah selepas berpuasa bagi orang yang tidak menghidapi penyakit kencing manis adalah di antara 4 dan 6.6 mmol glukosa per liter. Walau bagaimanapun, paras sehingga 7.8 mmol/L adalah paras yang boleh diterima. Paras glukosa darah pos-prandial (selepas makan) sehingga 10 mmol/L adalah paras yang boleh diterima. Paras di bawah 4 mmol/L menunjukkan paras glukosa darah yang rendah. Dengan nilai yang begitu rendah, biasanya simptom hipoglisemia hadir pada orang itu. Ujian toleransi glukosa boleh dilakukan setelah mengukur paras glukosa darah selepas berpuasa. Ujian darah dilakukan 2 jam selepas meminum suatu larutan glukosa yang pekat. Dalam orang yang normal, terdapat peningkatan glukosa darah pada mulanya dan paras ini akan kembali menjadi normal dalam masa 2 jam. Dalam pesakit kencing manis, terdapat peningkatan yang tinggi pada mulanya dan paras ini kekal tinggi (11.1 mmol/L atau lebih) selepas 2 jam. Satu ujian lain yang boleh dilakukan ialah pengukuran HBA1c atau ‘ujian hemoglobin terglikosilat’. Ujian ini menunjukkan paras glukosa darah bagi 6 hingga 8 minggu sebelum ujian itu dilakukan. Ia memberikan petunjuk bagi kawalan penyakit kencing manis bagi tempoh masa yang lebih lama berbanding dengan paras glukosa darah yang hanya memberikan petunjuk bagi kawalan penyakit kencing manis pada masa ujian.

Pemantauan glukosa darah

Paras glukosa dalam badan boleh ditentukan melalui ujian air kencing. Walau bagaimanapun, ujian darah memberikan nilai yang lebih tepat. Paras glukosa darah boleh diuji di rumah dengan menggunakan meter glukosa darah yang mudah. Doktor atau ahli farmasi anda boleh dihubungi bagi mendapatkan nasihat mengenai jenis meter dan cara menggunakan meter tersebut. Ujian glukosa darah adalah sangat mudah. Pesakit kencing manis disyorkan untuk menguji darah mereka secara berkala 2-3 kali seminggu atau pada bila-bila masa pesakit mengalami simptom hipoglisemia. Bacaan harus direkodkan dan ditunjukkan kepada doktor semasa lawatan ke klinik yang seterusnya. Sekiranya pada bila-bila masa didapati bahawa bacaan adalah terlalu tinggi atau terlalu rendah, pesakit harus berjumpa dengan doktor yang akan memberikan nasihat mengenai cara-cara untuk mengekalkan paras glukosa darah di dalam had normal dengan membetulkan ubat, diet atau program senaman.

Keperluan penjagaan diri pesakit kencing manis

Pesakit kencing manis perlu mengikuti diet yang dirancang khas dan program senaman serta mengambil ubat yang diberikan mengikut masa. Selain itu, disebabkan pesakit kencing manis mudah mendapat komplikasi tertentu, mereka harus mengambil langkah berjaga-jaga. Tumpuan khas harus diberikan kepada kawasan yang paling bermasalah iaitu kulit, kaki, mata dan gigi.

Penjagaan kulit

Pesakit kencing manis perlu menjaga kulit mereka dengan baik kerana mereka mudah mendapat jangkitan kulit. Mereka haruslah sentiasa menjaga kebersihan kulit. Luka kecil atau calar sahaja pun perlu diberikan tumpuan segera dan dirujuk kepada doktor sekiranya tidak pulih. Langkah-langkah yang perlu diambil adalah:

v Gunakan agen pembersih yang bersifat asid, dengan pH 5.5. Ini memastikan fungsi
perlindungan kulit yang semula jadi dikekalkan.

v Agen pembersih perlulah lembut, kerana agen pembersih yang kuat akan menyebabkan
iritasi kulit.

v Gunakan air suam untuk mencuci.
v Agen pembersih yang beralkali haruslah dielakkan, terutamanya jika kulit adalah gatal atau
terdapat inflamasi.

v Elakkan daripada menggaru kulit kerana kulit yang pecah akan menggalakkan jangkitan.
v Semasa mandi, berikan tumpuan kepada kawasan ketiak, kemaluan dan kelengkang,
lipatan kulit dan kawasan di antara jari kaki.

v Selepas mandi, elakkan kekeringan kulit dan gunakan losen pelembap untuk mengekalkan
kelembapan kulit.

Penjagaan kaki

Pesakit kencing manis harus menjaga kaki mereka dengan baik kerana mereka mungkin tidak merasai sebarang luka atau ulser disebabkan oleh kekurangan deria di kawasan itu.

v Pesakit kencing manis harus membersihkan kaki mereka setiap hari dan mengeringkan
kaki dengan sempurna, khususnya kawasan di antara jari kaki.

v Bagi kekeringan kulit, pesakit kencing manis haruslah membubuhkan sedikit krim
pelembap.

v Kuku jari kaki harus dipotong lurus untuk mengelakkan kecederaan kepada kulit.
v Kasut haruslah selesa dan tidak terlalu ketat. Pesakit kencing manis haruslah memastikan
bahagian dalam kasut bebas daripada sebarang gerigit atau objek kecil sebelum memakai
kasut.

v Kaki haruslah diperiksa setiap hari bagi luka, calar atau ulser.
v Jangan membubuh sebarang agen kimia pada kaki seperti plaster ketuat atau pembuang
kalus (kulit tebal pada kaki)

kerana bahan-bahan ini mengandungi asid yang boleh menyebabkan iritasi kulit yang seterusnya boleh menyebabkan ulser.

Penjagaan mata

Penyakit mata seperti katarak, glaukoma dan kebutaan akibat retinopati adalah lebih kerap berlaku dalam pesakit kencing manis. Terdapat kejadian katarak yang lebih tinggi di kalangan pesakit kencing manis dan perkembangan penyakit adalah lebih cepat. Glaukoma, yang juga biasa berlaku pada pesakit kencing manis, harus didiagnos awal. Rawatan cepat dapat meminimakan kerosakan pada saraf optik dan kehilangan penglihatan. Salah satu daripada penyebab utama kebutaan dalam pesakit kencing manis ialah retinopati. Semakin lama seseorang pesakit menghidapi penyakit kencing manis, dan terutamanya jika tidak dirawat dengan betul atau dikawal, risiko retinopati diabetik meningkat.

Pesakit kencing manis haruslah:-

v Pergi menjalani pemeriksaan kesihatan setiap tahun.
v Memeriksa tekanan darah secara berkala.
v Berjumpa dengan pakar mata sekiranya terdapat sebarang masalah penglihatan.

Penjagaan dental (gigi)

Pesakit kencing manis harus berjumpa dengan doktor gigi sekali setiap enam bulan. Sebarang luka atau lesi dalam mulut termasuklah penyakit gusi harus dikenalpasti dan rawatan harus diberi dengan cepat. Sebaik sahaja seseorang didapati menghidapi penyakit kencing manis, dia seharusnya mengubah gaya hidupnya dan lebih bertanggungjawab terhadap kesihatan dirinya.

Read More....

Kencing Manis atau Diabetes

Penyakit Kencing Manis ( Diabetes mellitus ) termasuk suatu penyakit yang sering dijumpai di tempat praktek Dokter. KM dapat pada usia dewasa ( tipe II ) dan dapat pada usia anak ( tipe I ). KM bersifat familier atau keturunan artinya bila salah satu atau kedua-dua orang tuanya ( ayah dan atau ibunya ) menderita KM maka anak-anaknya juga dapat mengidap KM.

Gejala KM biasanya: polifagia ( banyak makan ), polidipsi ( banyak minum ), poliuri ( banyak pipis ), pruritus vulva ( gatal-gatal alat kelamin pada wanita), parestesi ( kesemutan ). Luka yang lama sembuh. Urine akan didatangi semut kerena terdapat adanya glukose ( gula 0 di dalam urine ( glukosuri ). Pada wanita dengan penyakit KM seringkali mempunyai bayi yang lebih besar dari 4.000 gram ( giant baby ).

Penyakit KM sering kali disertai dengan penyakit lain seperti infeksi Paru-paru yang sering berupa TBC paru-paru. Jadi bila ada pasien yang menderita KM , maka jangan lupa diperiksa juga Paru-paru, apakah menderita TBC atau tidak. Demikian pula sebaliknya bila penderita mengidap TBC Paru, maka jangan lupa diperiksa juga kadar Gula darahnya, apakah menderita KM atau tidak.

Saya tidak akan membicarakan penyakit KM ini lebih rinci, tetapi saya akan menceritakan kisah salah satu pasien KM ini.

2 bulan yang lalu, pada hari Minggu sekitar pukul 11.30 saya mendapat telepon dari suami Ny. E, sekitar 50 tahun yang meminta kedatangan saya ke rumah Ny. E. Ny. E yang menderita KM sejak setengah jam yang lalu mengeluh: badan lemas, agak pusing, tangan dan kaki kesemutan, gelisah.

Ny. E dan suaminya merupakan kenalan dekat saya. Saat itu suami Ny. E ( Tn. K ) menelepon saya dari Jakarta oleh karena ada suatu keperluan di kota ini. Tn. K minta saya datang dan kalau perlu membawa isterinya ke Rumah Sakit. Saja jawab, saya akan memeriksa Ny. E dulu sebelum melakukan pesannya.

Lima belas menit kemudian saya sudah tiba di rumah mereka. Ny. E di temani kakak perempuannya ( Ny. B ). Saya memeriksa kondisi kesehatan Ny. E: sadar, dapat diajak bicara, agak gelisah, mengeluh sedikit pusing, tekanan darah: 110/80 mm Hg, jantung, paru-paru dan perut dalam batas normal, anggota gerak mengalami kesemutan.

Dalam tanya jawab dengan pasien, saya mendapat informasi bahwa Ny. E pagi itu hanya sedikit sarapan, tetapi tablet anti KM tetap diminum, karena ingin lekas sembuh atau kadar gula darahnya menurun. Semua data informasi dan data fisik yang saya dapatkan saya membuat diagnosa penyakit Ny. E adalah keadaan hipoglikemi ( kadar gula darah yang menurun ). Keadaan hipoglikemia yang tidak segera diatasi akan menyebabkan pasien mengalami Shok hipoglikemi. Keadaan shok apapun jenisnya dapat mengancam jiwa pasien.

Saya minta kepada Ny. B agar segera menyiapkan air teh manis, segelas air teh dengan 2 sendok makan gula pasir. Ny. B ragu-ragu memenuhi permintaan saya.

“Dok, pasien Kencing Manis kok diberi minum air manis. Setahu saya pasien KM tidak boleh minum yang manis-manis.”

Saya menjawab “ menurut Dokter, keadaan kadar gula yang menurun pada pasien KM wajib segera diberi minum air manis atau diinfus glukose. Disini tidak ada cairan infus, jadi pakai air teh manis saja dahulu. Ayo cepat bertindak, kalau adik anda ingin sembuh!”

Dengan ogah-ogahan Ny. B segera menyiapkan segelas air the manis yang hangat. Saya memberikan air teh manis sesendok demi sesendok kepada Ny. E. Setelah saya yakin ia dapat menelan dengan baik, maka saya minta agar sisa air teh tsb dihabiskan saja. Saya minta segelas air teh manis hangat lagi kepada Ny. B, bila mana diperlukan.

Saya mengajak Ny. E bicara tentang suaminya: kapan kembali dari Jakarta, naik apa ke Jakarta, kemana pergi putrinya pada hari Minggu itu dll agar Ny. E tetap sadar. Setelah sepuluh menit kemudian Ny. E berkata kepada saya dan Ny. B bahwa ia merasa badannya lebih segar, pusing menghilang, dan sesemuatan sudah jauh berkurang. Saya bersyukur, kondisi pasien yang KM ini dengan cepat membaik dari keadaan hipoglikeminya.

Saya langsung melaporkan via handphone tentang keadaan Ny. E ini kepada suaminya, Tn. K di Jakarta, bahwa kondisi isterinya sudah membaik dan tidak perlu dibawa ke RS. Tn. K tiba di Cirebon malam hari dan ia mengabarkan kepada saya bahwa ia akan membawa isterinya besok pagi ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bandung. Saya jawab, iya itu lebih baik.

Keesokan harinya, menjelang malam mereka mengunjungi rumah saya. Tn. K mengabarkan bahwa mereka sudah bertemu dengan Teman Sejawat Dokter tsb di Bandung dan membenarkan tindakan saya yang memberi air teh manis kepada isterinya saat itu dimana dalam keadaan hipoglikemi yang kalau tidak ditolong akan menyebabkan Shok. Dokter Spesialis tsb banyak memberikan petunjuk tentang penyakit KM kepoada Ny. E. Ny. E sekarang sudah lebih banyak mengerti tentang penyakitnya. Makan seperti biasa dan minum obat anti KM. Jangan makan sedikit atau tidak makan sama sekali, tetapi obat anti KM tetap diminum, akibatnya kadar Gula darah akan menurun dengan cepat dan terjadilah hipoglikemi.

Diakhir kisah ini saya bersyukur semuanya dapat diatasi dan pasien tidak mengalami komplikasi.

di kutip dari Dr. Basuki Pramanasebagai ahli diabetes
Read More....